Pada tanggal 27 April 2021 saya di suntik vaksin CoronaVac (Sinovac) dosis pertama dan sebulan kemudian tepatnya 26 Mei 2021 mendapatkan suntikan vaksin yang sama untuk dosis kedua. Meskipun vaksin sudah lengkap memang tidak ada jaminan tidak terpapar oleh virus corona ini. Sedangkan Bunda Ira dan Kakak Fira baru vaksin pertama pada 8 Juni 2021 mendapatkan Astra Zeneca

Hasil tes swab Antigen hari Senin, 28 Juni 2021 menunjukkan hasil positif tidak membuat kami ngedrop ataupun khawatir, karena memang sudah kami diperkirakan hasilnya, selian itu vaksin lengkap merupakan bekal menambah lebih percaya diri menghadapi virus covid-19.

Selasa, 29 Juni 2021 kami mencoba menghubungi Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan melaui telepun 02122545099 yang langsung di arahkan untuk menghubungi nomor khusus Covid di nomor 081388705547 dan 081285938982. Nomor tersebut hanya bisa menerima pesan melalui whatsapp, .kami di respon oleh nomor 081285938982 dengan menanyakan Nama, Alamat ktp, Alamat tempat tinggal, No.Tlp dan Pertanyaan/Laporan dan juga ada pesan “Jika keadaan Bapak/Ibu saat ini dalam keadaan gawat darurat, maka kami sarankan untuk Bapak/Ibu segera datang ke ugd RS terdekat. Semoga Bapak/Ibu Sehat Selalu.”

Setelah kami berikan datanya tidak ada respon yang diberikan, namun demikian kami sadar dan berpikir positif bahwa kasus covid saat ini memang sedang meningkat terutama di Jakarta pastinya nakesnya sangat sibuk. Kamipun juga bukan pasien yang membutuhkan penangganan darurat, jadi kami buat santai saja dan isolasi mandiri di rumah.

Di hari yang sama rupanya Mbak asisten penasaran juga untuk melalukan tes antigen dan hasilnya positif juga. Jadi serumah ada 5 orang yang positif dan isolasi mandiri (tahanan rumah… hehehe).

Kami langsung laporkan ke kantor bagian SDM, alhamdulillah dari SDM langsung mengirimkan Vitamin C-1000 yang cukup banyak yang dapat di konsumsi sekeluarga. Teman-teman dari AOP (Asosiasi Operator PDDIKTI) juga begitu sigap ketika ada yang isolasi mandiri langsung memberikan bantuan kebutuhan. Di hari berikutnya bantuan juga masih berdatangan dari saudara, kantor, temannya Kakak Fira dsb. Kami sangat berterima kasih atas doa dan dukungan dari berbagai pihak, semoga amal baiknya di balas oleh Alloh swt dengan balasan kebaikan yang sebanyak-benyaknya.

Kakak Fira di hari kedua ini sempat merasakan sedikit gangguan pernafasan ringan, karena belum ada obat dari dokter dan kami masih punya mesin uap nebulizer dan masih memiliki persediaan obatnya (ventolin), maka langsung kami uap. Alhamdulillah gangguannya berkurang. Adik Azfa juga ikutan minta di uap… lanjut saja agar batuknya mereda

Pada keesokan harinya (Rabu pagi) kami menghubungi Puskesmas untuk melaporkan penambahan 1 kasus baru lagi dan minta jadwal tes swab PCR. Kami di hubungi oleh petugas Puskesmas untuk mendata ulang nama, alamat dsb termasuk keluhan yang sedang dirasakan untuk pemberian obat dari puskesmas, obat bisa di ambil pada malam hari pukul 21.00. Di malam hari kami minta bantuan Pak Edi dan anaknya Mas Kiki (mereka yang selalu membantu kami untuk banyak urusan) untuk mengambilkan obat di Puskesmas.

Obat kami dapatkan secara gratis tidak di pungut biaya sepeserpun, memang obat yang kami tidak sama meskipun keluhannya hampir sama. Kami masing-masing mendapatkan obat : batuk, pilek, demam, mual, dan vitamin sedangkan antibiotik(azithromycin) dan antivirus (Oseltamivir Phosphate) tidak semua mendapatkannya.

Leave a Comment on Covid-19 itu nyata (Part 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *