Pelayanan dari Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan sich memang belum senyaman kalo di bandingkan dengan RS swasta yang bayarnya lumayan mahal atau menggunakan asuransi swasta, namun demikian kami menilai pelayanannya tidak buruk juga apalagi pada saat kasus Covid-19 di wilayah Jakarta sedang menggila seperti saat ini.

Setelah kami diberikan obat-obatan dan vitamin dari Puskesmas kami lakukan isolasi mandiri tanpa keluar pekarangan rumah, saya dan Azfa cukup rajin berjemur setiap pagi, sementara Kakak Fira dan Bundanya sich jarang-jarang berjemur.

Hari Rabu (30 Juni) sore hari saya pegang obat oles yang biasanya bau menyengat kok aromanya sangat lemah dan hampir gak ada baunya, coba mencium minyak kayu putih kok gak berbau juga, mencoba makan rasanya jadi hambar… ya berarti memang benar-benar positif dech. Besok paginya (Kamis, 1 Juli) Bunda Ira, Kakak Fira dan Adik Azfa ikutan juga indra penciuman dan indra perasa menghilang. Alhamdulilahnya indra penciuman dan perasa berangsur kembali setelah 2 hari. Hari Sabtu (3 Juli) saya sudah merasa sehat kembali tinggal sedikit rasa serak di tenggorokan saja yang tersisa, sementara Bunda, Kakak dan Adik masih saja batuk dan pilek.

Selain obat dari Puskesmas kami juga menambah konsumsi multivitamin, vitamin C dari IPI, Vitamin C-1000, susu beruang (hanya saya yang doyan susu). Obat lain yang sudah rutin saya minum (hipertensi) sich tetap di minum sesuai jadwal.

Mengingat di rumah ada Kak Maydi (anak kost) yang sebenarnya tidak ikut isoman guna menjaga agar rumah steril dari virus Covid-19 dan virus lainnya maka saya beli alat fogging disinfektan yang kami lakukan pengasapan setiap 2 hari sekali.

Hari-hari berikutnya kami merasa semakin membaik paling tersisa serak sedikit saja. Pada hari Selasa, 6 Juli 2021 kami yakin bahwa sudah sehat dan sudah negatif dari Covid-19 oleh karenanya kami mendaftakan untuk tes swab PCR (saya) dan swab Antigen untuk Bunda, Kakak, Adik dan Bude Sar pada keesokan harinya.

Kami lakukan swab tes kembali ke quicktes Cipulir drive true, sepulang dari tes belum sampai di rumah yang tes Antigen sudah dapat hasil dan Alhamdulilah hasilnya Negatif semuanya. Untuk PCR di janjikan hasilnya 24 jam, namun pada tengah malam (sekitar 12 jam) saya sudah mendapatkan hasil Negatif juga dengan CT 40, alhamdulillah.

Setalah hasil tes negatif kami lanjutkan isolasi mandiri untuk beberapa hari selanjutnya dan tidak akan keluar rumah jika memang di rasa kurang perlu.

Covid-19 itu nyata, jangan sepelekan protokol kesehatan, selalu jaga jarak, hindari ketemu langsung dengan orang lain meskipun orang tersebut sangat terpercaya. Virus ini tidak pandang bulu, siapapun dapat tertular. Sudah vaksin lengkap tidak mendapat jaminan akan benar-benar kebal terhadap virus

Leave a Comment on Covid-19 itu nyata (Part 3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *