Welcome to Malik Mustofa Website

Basic versus Dynamic Disks on Windows XP

User Rating:  / 0
PoorBest 

Artikel ini saya temukan ketika HDD saya tiba-tiba gak bisa di akses, kemudian saya masuk ke Computer Management ada pesan bla..bla.. yang akhirnya sampai pada memasukkan Drive untuk disk tersebut. Setelah dimasukkan Drive, ternyata Disk-nya melakukan proses Format. Setelah Format, pada Disk muncul tanda "!" dalam segitiga kuning kemudian ada tulisan "Dynamic" (padahal HDD lain bunyinya "Basic"), terus pada tab Layout isinya "Simple" (Disk lain "Partition"), Tipe "Dynamic" (Disk lain "Basic"), Status "Healthy at Risk" (Disk lain "Healthy")

Kenapa begitu ?  

 

Basic versus Dynamic Disks on Windows XP
 

 

Sebenarnya nich, ada beberapa tipe storage dan beberapa tipe volume untuk harddisk. Binun? ghini....., "basic" storage cuma menggunakan normal partition table yang di support oleh SEMUA SISTEM OPERASI BERBASISKAN WINDOW (window based OS). ketika kita configurasikan hard disk kita untuk "basic" storage, isinya cuma menampung primary ama extended partition dengan logical drive. "Basic" storage menggunakan partisi, bukan volume. nah....
Kalau Dynamic disc menampung volume, bukan partisi.

Weleh.... apa lagi volume yang dimaksud nich?
volume yang di maksud di sini adalah area storage (tempat penyimpanan) di harddisk. sebuah volume diformat dengan file sistem dan memiliki drive letter (C:, D: .. ampe Z) yang diberikan ke volume tersebut (kalau yang pernah pake DOS jaman behula sekarang ngerti khan maksud tulisan Volume XXXX ... waktu pake perintah DIR)
Satu yang kudu di ingat!!!
Sebuah harddisk bisa memiliki lebih dari satu volume DAN VOLUME BISA TERBAGI/TERSEBAR/TERDAPAT pada lebih dari satu harddisk.
jadi ente bisa punya dua harddisk dengan satu volume (2 HDD di anggap satu -- penjelasan awamnya sich gitu biar nggak binun)

sebelumnya ada yang kudu musti di perhatiin (syarat gitu d, ojo ke susu) and nggak boleh di langgar (pamali hehehehe):
1. Kamu cuma bisa membuat dynamic volume di dynamic disc
2. HANYA windows 2000 ke atas yang bisa mengakses dynamic volume
3. Dynamic volume nggak support ama removable storage or portable, Jadi HDD kecilmu yang >20 Gb USB itu nggak bisa pake feature ini, apalagi Flashdiskmu OK?
4. kalau komputer kamu mau dibuat dual-boot antara win 2000 dengan XP jangan pake ini. Nggak usah di jelasin, kalau mau jelas coba aja sendiri.
5. Minimal FAT 32,NTFS wellcome

OK ngerti...
Trus ada tipe2 Dynamic Disk:
1. Simple (tidak fault tolerant - mampu menangani kesalahan pembacaan, tapi bisa di extend sesuka hati)
2. Spanned (Bisa di extend max 32 disk. dengan mode ini 32 disk tadi bisa jadi satu drive yang super gede / clustering tapi sayangnya nggak fault tolerant)
3. Mirrored (dapat di buat dengan window 2000 ke atas. mode ini membutuhkan minimal 2 dynamic disk. mode ini fault tolerant dengan menjaga copy dari HDD pertama ke dua)
4. Striped (mode ini membutuhkan minimal 2 dynamic disk. Dengan mode ini max dynamic disk yang dapat di dukung 32, tapi TIDAK FAULT TOLERANT. Bedanya, dengan mode ini performace muantap, gimana nggak. Nulis ama baca simultan/bersamaan jadinya lebih cepet. bayangin aja 32 disk kerja rame2.)
5. RAID 5 (RAID 5 ini fault tolerant. Dengan adanya parity maka kamu bisa me-recreate data yang rusak. RAID level 5 ini parity dan data di striped / bagi2kan ke disk yang ada -- minimal 3. akibatnya kecepatan penulisan lamban.)

Sayangnya, windows XP cuma support simple, spanned & striped volumes, jadi nggak support fault tolerant disk sets, seperti mirrored atau RAID 5 volumes.

sekarang gimana ngaktifkannya / buatnya
ghini step2nya :
1. Buka computer management (cari di control panel --> administrative tools --> computer management ATAU masuk ke start menu-->run-->masukkan compmgmt.msc trus enter)
2. di tree sebelah kiri, klik ke disk management
3. klik kanan di drive (BUKAN DI PARTISI) ntar ada menu "CONVERT TO DYNAMIC DISK"
setelah ini di klik akan ada muncul menu harddisk mana saja yang akan turut berpartisipasi ^_^ trus klik ok
4. Setelah memilih yang mana saja kamu akan di bawa ke window berikutnya, yang isinya HDD mana aja yang akan di buat dynamic, kalau dah mantap n teguh pendirian klik aja CONVERT
5. Ntar ada warning kalau volume disk tersebut nggak akan bisa dipakai (inoperable) untuk OS lain buat booting, dll (baca aja sendiri). Kalau dah mantap klik aja ok dan kamu juga setuju nich untuk dismount file sistem yang ada. tungguin aja setelah beberapa lama tulisan basic akan berubah menjadi dynamic di computer management.
6. Selamat mencoba

Please correct me if I'm wrong

Satu lagi kelupaan
Setiap dnamic disk yang dibuat memantain 1 MB database. Database ini sich isinya info mengenai volume-volume in HDD tsb dan di semua HDD dynamic lainnya. Database ini di duplikasi di setiap dynamic disk yang ada di setiap HDD suapaya kalau database crash kamu akan apa yach namanya.... hmm... ada di situasi yang kamu nggak akan kehilangan banyak data. perlu di inget nich, ketika melakukan konversi dari basic ke dynamic harus ada minimal 1 MB space yang tidak terpartisi di setiap disk yang akan di rubah dynamic. tau khan gunanya.... yach... buat tempat database tadi yang di bicarakan.
OK
Good luck 1X lagi hehe

Regards
Fleya F. Amenophy

Sumber  : http://www.diskusiweb.com/viewthread.php?tid=29696&page=1  

Add comment


Security code
Refresh

Login Form

Who's Online

We have 13 guests and no members online

Vinaora Visitors Counter

2299184
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
113
244
1086
2296140
5668
86353
2299184

Your IP: 54.198.52.8
Server Time: 2017-09-20 03:40:42