Berawal di hari Selasa, 22 Juni 2021 saya merasakan tenggorokan terasa gatal tanda-tanda flu akan hadir. Langsung saja saya minum obat flu dan pereda radang tenggorokan yang memang sudah biasa di berikan oleh dokter di RS Aminah yaitu Methylprednisolon (Lameson). Hari Rabu bertambah lebih nyata tanda-tanda flu-nya, hari Kamis malah terasa makin berat. Hari Jumat pengin istirahat di rumah, namun karena mesti membantu Pusat Bisnis Kepariwisatan STP Trisakti dalam penyelenggaraan acara demo masak untuk para anggota City Club (City bank), maka di paksakan masuk kerja. Namun ternyata malamnya malah demam, susah tidur dan gelisah sampai pagi. Hari Sabtu, 26 Juni saya agak mendingan namun rupanya Bunda Ira, Kakak Fira dan Adik Azfa mulai meriang.

Hari Minggu pagi saya merasa sudah lebih enakan, namun tidak untuk Bunda Ira, Kakak Fira dan Adik Azfa demamnya masih berlanjut.

Kakak Fira sejak Sabtu malam sudah curiga kalo kami terpapar Covid-19 dengan mencari-cari tempat tes swab Antigen, namun saya masih yakin kalau ini hanya flu biasa dan kalau tes Antigen pasti positif. Namun Kakak Fira malah makin kesel dengan sikap papanya ini, akhirnya saya mengalah dan mengajak hari Minggu pagi untuk swab Antigen.

Tidak banyak tempat tes yang buka hari Minggu dan akhirnya memilih ke Quicktes Bintaro. Sampai lokasi sekitar pukul 10 pagi namun sayangnya di lokasi sudah penuh sesak, jika melakukan pendaftaran bisa di layani tes pukul 16.00, akhirnya kami putuskan untuk batal dan cari ke tempat lain. Sayangnya memang sudah mencari tempat tes yang buka hari Minggu akhirnya kami mencoba untuk berobat saja ke UGD RS Aminah.

Sesampai di RS Aminah ternyata UGD nya penuh banget dan gak yakin bisa terlayani dengan baik. Mundur lagi dan kali ini mencoba berobat ke Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan yang buka 24 jam dan berlokasi se-kelurahan dengan tempat tinggal kami. Di Puskesmas sangat sepi dan terdapat 2 orang dokter muda, kami menggunakan kartu BPJS dan mendapat pelayanan yang wajar, di kasih obat batuk dan pilek.

Minggu malam istri dan anak-anak masih demam dan kami mendaftar untuk mengikuti swab antigen hari Senin pagi untuk memastikan dapat pelayanan. Senin, 28 Juni kami melakukan tes swab Antigen di Quicktes Cipulir pada pukul 08.00, sayangnya sistem nya sedang error, pembayaran belum terverifikasi namun demikian pengambilan sample lendir tetap di layani dengan baik. Hasil tes yang janjikan maksimal 1 jam hasil di terima ternyata molor sampai siang hari sekitar pkl 11.30 baru diterima, hasilnya sudah dapat di tebak bahwa saya positif . Sedangkan utk Bunda Ira di kirimkan pada pkl 17.45, Kakak Fira dan Adik Azfa baru di terima pukul 18.30 hasil Positif semuanya.

Lanjut Part-2

Leave a Comment on Covid-19 itu nyata (Part 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.